Category Archives: Berita

Tawaran Fasilitasi Training/Diklat/Bimtek

Kabar gembira…
LPMP Kalteng membuka pintu selebar-lebarnya dengan berbagai pihak dalam penjaminan mutu pendidikan melalui FASILITASI pendidikan dan latihan kepada para stakeholder ( Dinas Pendidikan Kab/Kota, Sekolah, KKG/MGMP/KKKS, Guru Pengawas Sekolah dan lain-lain) yang membutuhkan training/diklat/Bimtek mengembangkan dan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) individu baik pelajar/mahasiswa/guru/pengawas/karyawan agar memiliki kemampuan sesuai dengan jabatan dan fungsinya di dalam mengajar/organisasi.
Ada 19 macam kegiatan yang ditawarkan yaitu :
1. Bimtek k13
2. Bimtek KTI
3. Revalitasi KKG/MGMP
4. Penulisan US/USBN
5. Kompetensi Pengawas
6. Penelitian Bersama
7. Penyusunan Materi ajar
8. Bahasa Indonesia SMP
9. Penilaian hasil belajar
10. Peningkatan Kompetensi Guru
11. Bahasa Inggris
12. Dasar Literasi TIK
13. Kompetensi Mulok dan SBdo
14. Media Pembelajaran TIK
15. Optimalisasi guru SD
16. Pengelolaan Lab IPA
17. Peningkatan Guru Sains
18. Peningkatan guru BP/BK
19. Seleksi dan diklat Calon kepala sekolah
Dan berbagai diklat/bimtek lainnya.
Brosur/Lieflet dapat diunduh di link berikut :

Brosur/Lieflet diklat

Informasi lebih jelasnya bisa menghubungi LPMP Kalteng bagian FSDP LPMP Kalteng dengan Bapak Dr. Sugeng, M.Pd hp.085292417449

LPMP Gelar Rakor Terpadu Penyusunan program Penjaminan Mutu Pendidikan

Baru-baru ini LPMP Kalteng menggelar kegiatan terpadu Penyusunan program Penjaminan Mutu pendidikan dengan dinas pendidikan kab/kota se-Kalteng dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk Mensosialisasikan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Mensosialisasikan kebijakan LPMP Kalteng dibidang pengumpulan data Mutu jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan berlangsung di hotel Swissbel dan hotel Hawai Palangkaraya. Kegiatan dihadiri oleh para peserta antara lain Kepala Dinas Pendidikan kab/kota, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Kepala Bidang Dikdas, Kepala Bidang SMP, Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK, Operator Dapodik se kab/kota Kalteng, Kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Kegiatan berlangsung selama 3 hari. Pada pembukaan kegiatatn dibuka langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Dikdasmen Kemdikbud bapak Dr. Thamrin Kasman. Kegiatan ini digelar dalam rangka koordinasi, sosialisasi dan singkronisasi rencanan program penjaminan mutu pendidikan yang akan dilakukan oleh LPMP Kalteng. Program tersebut yaitu pemetaan mutu pendidikan, system penjaminan mutu pendidikan dan sekolah model.
Sebagaimana diketahui sebelumnya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), sesuai dengan namanya mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015 . Dalam hal ini LPMP berperan sebagai pelaksana Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Salah satu kegiatan penting dalam Sistem Penjaminan Mutu Eksternal adalah pengumpulan data mutu jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengumpulan data mutu merupakan tahap awal dari kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Pengumpulan data mutu ditujukan untuk menjaring data pemenuhan mutu di setiap satuan pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Adapun Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Nara Sumber Pusat, Kepala LPMP Kalteng, Kepala Seksi/Kasubbag LPMP Kalteng, Fasnas dan Widyaiswara LPMP Kalteng.
Untuk materi rakor dapat diunduh di link download.

KEBIJAKAN UJIAN NASIONAL 2017

Hasil Rakor tentang UN 2017, disampaikan oleh Mendikbud pada rapat koordinasi tanggal 22 Desember 2016 dengan dinas pendidikan seluruh Indonesia)
1. Ujian Nasional tetap dilaksanakan.
2. Ujian Sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran.
3. Memperluas pelaksanaan berbasis komputer, baik UN maupun USBN
Siaran pers terkait :
http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/12/gelar-rakor-kemendikbud-sampaikan-pokok-kebijakan-ujian-nasional-dan-ujian-sekolah-tahun-2017

IHT REGION KALIMANTAN 2017

Belum lama ini dilaksanakan In House Training (IHT) keluarga besar ASN LPMP regional Kalimantan, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Thamrin Kasman yang juga Setjen Dikdasmen tersebut bertempat di aula LPMP Kaltim. Beliau menegaskan permainan dan perlombaan dijiwai dengan semangat kompetisi yang ketat, penuh kekeluargaan dan kekompakan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memupuk kebersamaan sekaligus juga sebagai cara untuk merefresh otak, karena selama ini kita selalu sibuk dengan aktivitas rutin pekerjaan kantor,” tukas beliau.

Sementara itu menurut panitia kegiatan dilaksanakan selama 4 hari di kota Samarinda Kalimantan Timur. Peserta kegiatan berjumlah 265 orang. Bahkan ada peserta dari LPMP luar Kalimantan yang datang untuk ikut menyemarakkan kegiatan IHT tersebut.

Materi kegiatan IHT kali ini antara lain adalah seminar tentang best pactise penjaminan mutu pendidikan masing-masing yang dilakukan selama ini oleh LPMP, kemudian berbagai lomba antara lain lomba sepakbola futsal, lomba tennis, lomba badminton, lomba catur, outbond di rumah ulin Arya Samarinda, kunjungan ke masjid Islamic centre Kaltim, kunjungan ke kabupaten Kutai/tenggarong yaitu ke museum Sultan Sulaiman, dan kunjungan ke pulau Kumala. Pulau Kumala yang dulunya terkenal tempat objek wisata yang termegah yang didirikan oleh bupati Kutai Saukani HR.

Tampak para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir meskipun diwajah tampak lelah, para peserta semangat mengikuti berbagai kegiatan sambil juga tidak ketinggalan mendokumentasikan kegiatan yang ada.

Tampil sebagai juara umum yang berhak mendapatkan piala bergilir adalah tuan rumah LPMP Kaltim, namun kemenangan tersebut terasa kurang lengkap tanpa kemenangan dalam tim sepakbola futsal yang berhasil direbut oleh tim futsal LPMP Kalteng dengan cara dramatis, meski tim LPMP Kaltim menjebol gawang lpmp Kalteng 3-0 pada babak pertama, namun tim futsal LPMP Kalteng justru mengejar ketertinggalan dengan keadaan skor 3-3 pada babak kedua. Selanjutnya diadakan adu pinalti yang dimenangkan oleh LPMP Kalteng, akhirnya kemenangan tuan rumah yang sudah didepan mata menjadi buyar seketika. Tim Futsal LPMP Kalteng sendiri tidak menyangka bisa mengalahkan tuan rumah sekaligus menjuarai sepakbola bergengsi tersebut.

“Jarang LPMP kalteng juara futsal, karena biasanya selalu runner up,” ungkap Taufik Rahman bangga, yang juga menjadi kiper terbaik tim futsal LPMP Kalteng, yang berhasil memblok tembakan bola ke gawang LPMP Kalteng. Ditambahkannya oleh rekannya Jay kalau latihan tim futsal LPMP Kalteng sudah dilakukan tiga bulan sebelumnya.

Saat penutupan kegiatan yang dittutup secara resmi oleh kepala LPMP Kalteng Krisnayadi Toendan disebutkan yang bakal menjadi tuan rumah IHT tahun selanjutnya atau 2018 adalah Kalimantan Barat.

ASN LPMP Kalteng bakal di asesmen

Tampaknya ASN di lingkungan LPMP Kalteng bakal mengikuti asesmen. Hal tersebut terkait dengan surat Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor : 1126/A.A3/KP/2017, tanggal 16 Januari 2017, perihal Verifikasi Data Calon Peserta Asesmen Kompetensi dan Potensi Pegawai di Lingkungan Kemendikbud.

Untuk menjamin data yang valid, ASN yang tercantum namanya dalam daftar calon peserta ASN diminta memverifikasi data masing-masing, sebelum dikirim ke Biro Kepegawaian Setjen Kemendikbud. Apabila terdapat kekeliruan atau nama tidak ada dalam daftar, dapat segera menghubungi urusan kepegawaian.

Menurut petugas verifikasi data, Marcos Sutanto menyebutkan sebanyak 66 orang yang akan diverifikasi datanya dan ASN yang ada dalam daftar tersebut adalah ASN dengan kelas jabatan 5, 6 dan 7. Data paling hasil verfikasi tersebut diterima pusat palinglambat 7 Februari 2107.
Hal yang menarik dalam asesmen tersebut dikabarkan dilakukan secara online. Pelaksanaan tes nya bakal dilakukan tahun ini. Sebelum tes tersebut dilaksanakan bakal ada sosialisasi terlebih dahulu dari pusat.

Sebagaimana diketahui ASN merupakan elemen penting untuk mewujudkantujuan nasional. ASN adalah gerda terdepan dalam hal pelayanan publik, selain itu juga sebagai pelaksana kebijakan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. ASN memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya dan menereapkan prinsip Merit (UU no.5/2004 tentang ASN). Sistem Merit merupakan kebijakan berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan. Sebagai bahan pertimbangan objektif dalam menerapkan system Merit, Biro Kepegawaian akan melaksanakan penjaringan data kompetensi melalui asesmen bagi pegawai di lingkungan Kemdikbud. Hasil dari asesmen akan digunakan untuk merancang kebijakan terkat manajemen ASN, seperti penempatan pola karir, pengembanmgan, dan penempatan serta mutasi baik rotasi maupun promosi. Asesmen itu adalah proses untuk mendapatkan data dan informasi profil kompetensi pegawai. Pegawai yang mengikuti asesmen harus memenuhi 4 kriteria yaitu pegawai yang menduduki jabatan pelaksana/jabatan fungsional umum, pendidikan mininmal SLTA/sederajat dan menduduki jabatan dengan kelas jabatan 5/6/7 dan BUP setelah 31 Desember 2017.

Pengunjung perpustakaan LPMP menurun

Tampaknya minat baca sebagian masyarakat kota Palangkaraya menurun.

Berdasarkan informasi dari pengelola perpustakaan LPMP Kalteng Ekha Asie, jumlah pengunjung perpustakaan LPMP kalteng kecenderungan menurun.

“ Pada tahun 2015 lalu jumlah pengunjung ramai sekitar 1000an lebih, namun di tahun 2016 jumlah pengunjung agak sepi kurang dari 1000,” ungkap Ekha.

Lebih lanjut dijelaskan, para pengunjung perpustakaan tersebut antara lain mahasiswa, guru dan dosen serta pegawai internal lpmp.

Kebanyakan buku atau referensi yang dicari pengunjung adalah tentang penelitian. Perpustakaan LPMP KALTENG bersifat terbuka untuk internal lpmp dan ekternal/masyarakat umum untuk menjadi anggota perpustakaan.

Berdasarkan pengamatan penulis, jumlah buku perpustakaan tersebut cukup banyak, ruang perpustakaan lpmp cukup besar, dilengkapi dengan fasilitas AC, meja kursi dan perangkat computer.

BIMTEK PENYUSUNAN E-SKP 2017

Belum lama ini bertempat di aula serbaguna LPMP KALTENG diadakan pembukaan kegiatan (bimtek) bimbingan teknis penyusunan SKP online.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Subbag umum DR. Nani Setiawati, M.SI tersebut diikuti oleh semua staf/unsur pimpinan LPMP KALTENG.
Nara sumber yang hadir dua orang dari Biro Kepegawaian Setjen Kemdikbud bapak Abdul Gapur dan pak RIZAL.

Bimtek diadakan dalam rangka peningkatan kinerja kepegawaian dan ketatalaksanaan LPMP. Kegiatan berlangung selama dua hari. 20-21 /01/2017.
“Setiap ASN wajib membuat skp baik staff maupun pejabat,” tegas Nani Setiawati. lebih jauh disebutkannya hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut adalah agar semua pegawai dapat memahami dan dapat mengerjakan SKP baru dan komitmen setiap tanggal 3 setiap bulan dapat diselesaikan, tegasnya.
Sebelumnya sebagaimana diketahui sudah beberapa tahun belakangan ini ASN dilingkungan LPMP KALTENG menggunakan aplikasi e-skp. Setiap tahun format aplikasi berubah menyesuaikan perkembangan.

Perubahan yang berbeda dalam e-skp tahun ini adalah dihilangkannya beban kerja waktu/jam, dan unggah bukti phisik pelaksanaan SKP. Kemudian munculnya fitur adendum, dan fitur print untuk rencana dan realiasi SKP.
Tampak para peserta sangat antusias mengikuti bimtek yang berlanjut di ruang laboratorium komputer LPMP Kalteng.

UKG bakal diselenggarakan oleh Universitas

UKG bakal diselenggarakan oleh Universitas

Pelaksanaan UKG yang selama ini dilakukan di TUK (Tempat Uji Kompetensi) guru di laboratorium komputer sekolah yang tersebar di 14 kab/kota bakal berubah.

Pasalnya, belum lama ini Kepala LPMP Kalteng Krisnayadi Toendan kepada wartawan mengungkapkan UKG (Uji Kompetensi Guru) tahun 2017 akan diselenggarakan di Universitas.

“ Universitas tersebut adalah universitas yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat, dengan berbasis CBT (Computerized Based Test), selain itu nilai standar kelulusan juga dinaikkan,” tukasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Universitas yang ditunjuk bisa saja ada didalam dan luar Kalteng, antara lain tergantung mapel. Guru-guru yang dari daerah kemungkinan ada yang UKG di Universitas yang ada di Kalteng atau luar Kalteng tersebut. Masalah teknisnya sepenuhnya tugas dan tanggung jawab tersebut adalah dari Dirjen GTK (guru dan tenaga kependidikan). LPMP sebatas verifikasi data saja. Menyoal nilai standar dari UKG terus naik. Tahun 2015 lalu nilai standar 5,5. Tahun 2016 sebesar 8,0. Itu salah satu cara dari Kemdikbud untuk menggenjot kualitas guru yang akan menerima tunjangan sertifikasi.

Sebanyak 1778 guru berdasarkan verifikasi LPMP Kalteng siap mengikuti UKG tahun 2017. Verifikasi baik dari segi kualifikasi harus sarjana, masa kerja dan latar belakang pendidikan yang harus linear dengan mata pelajaran yang diampu di sekolah.

Workshop Sekolah Model

Sejak kemaren (12/10) telah dimulai Workshop Sekolah Model di LPMP Kalteng.

140 orang peserta undangan, masing-masing kab/kota 10 orang peserta dengan jenjang guru/kepsek SD 2 orang, SMP 2 orang, sma 2 orang Dan smk 2 orang dan pengawas sekolah 2 orang tiap kab/kota. Waktu pelaksanaan 4 hari kegiatan.
Menurut penanggungjawab kegiatan Ibu Nani Setyawati yang juga Kepala Subbag Umum LPMP Kalteng kegiatan merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya tentang pelatihan sekolah model dan aplikasi PMP.

Lebih lanjut dijelaskan nantinya setiap kabupaten akan ada 4 sekolah model, mulai jenjang SD,SMP,SMA, dan SMK. Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. Sekolah model diharapkan menjadi percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.